TEMU, Memudahkan Perusahaan Mencari Tenaga Kerja Low Skill

founding-team

Jakarta – Gustian Mahardika, Maral Dipodiputro dan Gasim yang bertemu ketika sama-sama duduk di bangku kuliah sejak Agustus 2015. Mereka yang akan mendapatkan gelar MM pada Agustus 2017 ini memiliki kesamaan pemikiran untuk dapat berkarya dan menciptakan solusi yang berguna bagi Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, terdapat 7,4 juta pengangguran di Indonesia. Sekitar 89% atau 6,6 juta jiwa di antaranya merupakan warga yang putus sekolah hingga tingkat pendidikan tertinggi yang dimiliki adalah SMA/SMK. Di sisi lain, statistik pertumbuhan badan usaha khususnya UMKM terus mengalami peningkatan sebesar 10% setiap tahunnya yang tentu akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja low skill.

Melihat ketimpangan tersebut, menimbulkan pertanyaan di benak ketiga orang pendiri TEMU untuk bagaimana dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Tidak tanggung-tanggung, mereka bertiga turun langsung ke lapangan selama lebih dari 6 bulan untuk mengetahui kendala terbesar apa yang menyebabkan masih banyaknya masyarakat yang tidak tersambung kepada pekerjaan.

“Para Pencari Kerja mengeluhkan susahnya mendapatkan pekerjaan, padahal dari sisi Penyedia Kerja, mereka sering mengeluhkan sulitnya mencari pekerja, setelah melakukan riset secara mendalam, kami mengidentifikasi bahwa penyebab utama banyak warga yang tidak mendapatkan pekerjaan itu karena adanya kesenjangan informasi di antara kedua pihak ini”, Ujar Maral, CEO TEMU.

js-app

Melihat ada peluang bisnis yang besar membuat tiga orang sahabat ini memutuskan untuk mendirikan TEMU, sebuah pasar tenaga kerja khusus low skill dengan memanfaatkan perkembangan teknologi berbasis aplikasi smartphone Android dan aplikasi website. Aplikasi Android dengan nama TEMU KERJA yang telah diluncurkan pada akhir bulan Mei 2017 ditujukan bagi para Pencari Kerja, sedangkan aplikasi website ditujukan untuk pihak Perusahaan atau Penyedia Kerja.

“Kami melihat fakta di lapangan bahwa hampir setiap rumah yang ditempati oleh tenaga kerja low skill ini terdapat setidaknya ada satu smartphone Android, penggunaan data internet pun cukup tinggi setiap bulannya, dan kami melihat bahwa hal ini merupakan sebuah sarana yang tepat untuk mereka bisa mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang tepat secara mudah dan cepat”, Ujar Maral.

Semua perusahaan, mulai skala kecil hingga BUMN bisa memasang lowongan pekerjaan secara gratis untuk berbagai profesi low skill, mulai dari sopir, penjaga toko, kasir, Sales Promotion Girl (SPG), Office Boy (OB), dan lainnya. Caranya cukup dengan mendaftar di website TEMU / www.temu.co.id, mengisi detail lowongan pekerjaan serta detail kebutuhan/kualifikasi pekerja lalu melakukan verifikasi maka lowongan pekerjaan akan segera masuk di aplikasi TEMU KERJA dan dapat dilihat langsung oleh para Pencari kerja.

“Setiap ada Pencari kerja yang melamar lowongan tersebut, pihak perusahaan akan mendapatkan notifikasi berupa email. Di dalam email itu juga sudah disertakan CV dari kandidat yang melamar”, jelas Maral.

Bagi Perusahaan yang tidak mau repot atau butuh pekerja yang tepat dengan segera, TEMU juga menawarkan layanan headhunting khusus untuk pekerja low skill. Walaupun saat ini layanan tersebut baru dapat digunakan oleh Perusahaan yang berada di wilayah JABODETABEK saja.

 

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Gustian Mahardika

CMO and Co-founder of TEMU
Jl. Panjang Cidodol No.10A,

Kebayoran Lama, Jakarta Selatan  | Jakarta | Indonesia

Direct: +62 8 56789 7959

Office: +6221 275 19 447

Website: www.temu.co.id

E-mail: gustii@temu-app.com

2017-07-07T05:14:01+00:00